[Poin-poin penting
pembelajaran dalam artikel ini]
- Bantu pasien untuk bangun dari tempat tidur lebih awal untuk mencegah terjadinya komplikasi terbaring di tempat tidur.
- Terapkan langkah-langkah progresif untuk membantu pasien bangkit dari tempat tidur dan menggunakan kursi roda.
- Pasien perlu menilai apakah ada ketidaknyamanan sebelum bangun dari tempat tidur.
- Pasien berkursi roda harus diberikan dukungan yang tepat dan memperhatikan keselamatan
I. Mengapa pasien perlu dibantu untuk turun dari tempat tidur dan menggunakan kursi roda?
Pasien yang terbaring di tempat tidur bangun lebih awal dapat meningkatkan jumlah aktivitas, meningkatkan ekspansi paru-paru dan membersihkan sekresi, meningkatkan kontraksi jantung dan pembuluh darah, dan meningkatkan kekuatan otot untuk mencegah atrofi sendi dan komplikasi terkait tempat tidur (seperti cedera tekanan, otot Terjadinya penyakit, pneumonia, dll)
II. Siapa yang perlu menggunakannya?
Pasien terbaring di tempat tidur dengan aktivitas fisik terbatas.
III. Alat apa yang harus saya persiapkan?
- Sabuk angkat dan kursi roda. (Bacaan lebih lanjut: Pilihan kursi roda)
- Kaus kaki dan bantal elastis dapat digunakan tergantung situasinya.
IV.Bagaimana cara saya melanjutkan?
- Periksa fungsi dan keamanan rem kursi roda dan pedal kaki, letakkan kursi roda dengan sudut 45 derajat terhadap kepala tempat tidur, kencangkan rem kursi roda dan tarik kembali pedal kaki.
- Pertama-tama bantu pasien untuk menoleh ke satu sisi, sejajarkan sabuk pemindah dengan panggul, kemudian putar pasien ke sisi yang lain, sesuaikan sabuk pemindah, kencangkan sabuk dan gesper paha, kenakan sabuk pemindah, dan turunkan ketinggian tempat tidur. Tinggikan kepala tempat tidur sehingga pasien dalam posisi setengah duduk.
- Amati apakah pasien merasa pusing atau tidak nyaman setelah setengah duduk selama 10 menit. Bantu pasien memakai sepatu, gerakkan kaki pasien keluar dari tepi tempat tidur, dan bersiap untuk bangun dari tempat tidur setelah duduk dengan kokoh.
- Pengasuh berdiri di depan pasien, dengan kaki direntangkan ke depan dan ke belakang, salah satu kaki diletakkan di antara lutut pasien, tangan terulur ke bawah ketiak pasien, memeluk pasien dan meraih sabuk transfer, tangan pasien di bahu pengasuh, dan tangan pengasuh Angkat pasien dengan lutut sedikit ditekuk, bantu pasien berdiri, dan pindahkan pasien ke kursi roda.
- Penderita anggota badan kaku dapat melakukan gerakan sendi anggota badan sebelum turun dari tempat tidur untuk merelaksasi sendi dan otot (Bacaan lebih lanjut: Gerakan Sendi Penuh)6.
- Jika perlu, bantal dapat digunakan untuk menopang pasien dengan baik.
V. Apa yang harus saya perhatikan?
- Hindari bangun dari tempat tidur dan menggunakan kursi roda dalam waktu 30 menit setelah makan.
- Pasien yang memerlukan ekstraksi dahak sebaiknya membantu pengambilan dahak sebelum turun dari tempat tidur.
- Selesaikan buang air besar dan besar pasien sebelum turun dari tempat tidur.
- Pasien yang lama terbaring di tempat tidur dan mengalami kelemahan pada kedua tungkai bawah sebaiknya memakai stoking elastis sebelum turun dari tempat tidur, secara bertahap menaikkan kepala tempat tidur ke posisi duduk, dan mengamati kondisi pasien sebelum membantunya turun dari tempat tidur. Jika pasien mengalami pusing, mual, penglihatan kabur, sesak napas, kulit pucat, dan kondisi tidak nyaman lainnya, harap tunda untuk bangun dari tempat tidur.
- Penderita anggota badan kaku dapat melakukan gerakan sendi anggota badan sebelum turun dari tempat tidur untuk merelaksasi sendi dan otot (Bacaan lebih lanjut: Gerakan Sendi Penuh)
- Bagi pasien yang menggunakan kateter urin, posisi kantung urin harus lebih rendah dari pinggang untuk mencegah urin mengalir kembali.